TUGAS KIMIA FISIKA
PENANGGULANGAN KOROSI
DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 1
IKNUL IKBAR
ALFIANITA
ANDI FARADIBA
ALITA INKA
MARHUMI
FITRI AYU
NIRMAYUNI SARI
ISI
PENCEGAHAN KOROSI
Peristiwa korosi
pada logam merupakan fenomena yang tidak dapat dihindari, namun dapat dihambat
maupun dikendalikan untuk mengurangi kerugian dan mencegah dampak negatif yang
diakibatkannya. Dengan penanganan ini umur produktif peralatan elektronik dalam
rumah tangga atau kegiatan industri menjadi panjang sesuai dengan yang
direncanakan, bahkan dapat diperpanjang untuk memperoleh nilai ekonomi yang
lebih tinggi. Upaya penanganan korosi diharapkan dapat banyak menghemat biaya
opersional, sehingga berpengaruh terhadap efisiensi dalam suatu kegiatan
industry serta menghemat anggaran pembelanjaan rumah tangga.
Berikut contoh
pengendalian/pencegahan korosi :
IV.I. Pengendalian
korosi secara umum, yaitu :
IV.I.1. Mencegah
kontak dengan oksigen dan/atau air
Korosi besi
memerlukan oksigen dan air. Bila salah satu tidak ada, maka peristiwa korosi
tidak dapat terjadi. Korosi dapat
dicegah dengan melapisi besi dengan cat, oli, logam lain yang tahan korosi
(logam yang lebih aktif seperti seg dan krom).
Penggunaan logam lain yang kurang aktif (timah dan tembaga) sebagai
pelapis pada kaleng bertujuan agar kaleng cepat hancur di tanah. Timah atau
tembaga bersifat mampercepat proses korosi.
IV.I.2.
Perlindungan katoda (pengorbanan anoda)
Besi yang
dilapisi atau dihubugkan dengan logam lain yang lebih aktif akan membentuk sel
elektrokimia dengan besi sebagai katoda.
Di sini, besi berfungsi hanya sebagai tempat terjadinya reduksi oksigen.
Logam lain berperan sebagai anoda, dan mengalami reaksi oksidasi. Dalam hal ini besi, sebagai katoda,
terlindungi oleh logam lain (sebagai anoda, dikorbankan). Besi akan aman terlindungi selama logam
pelindungnya masih ada / belum habis.
Untuk perlindungan katoda pada sistem jaringan pipa bawah tanah lazim
digunakan logam magnesium, Mg. Logam ini
secara berkala harus dikontrol dan diganti.
IV.I.3. Membuat
alloy atau paduan logam yang bersifat
tahan karat,
Misalnya besi dicampur dengan logam Ni dan Cr
menjadi baja stainless (72% Fe, 19%Cr, 9%Ni).
IV.I.4.
Pengecatan
Jembatan, pagar,
dan railing biasanya dicat. Cat menghindarkan kontak dengan udara dan air. Cat
yang mengandung timbel dan zink (seng) akan lebih baik, karena keduanya
melindungi besi terhadap korosi.
IV.I.5. Pelumuran
dengan Oli atau Gemuk.
Cara ini
diterapkan untuk berbagai perkakas dan mesin. Oli dan gemuk mencegah kontak
dengan air.
IV.I.6.
Pembalutan dengan Plastik.
Berbagai macam
barang, misalnya rak piring dan keranjang sepeda dibalut dengan plastik.
Plastik mencegah kontak dengan udara dan air.
IV.I.7 Tin
Plating (pelapisan dengan timah).
Kaleng-kaleng
kemasan terbuat dari besi yang dilapisi dengan timah. Pelapisan dilakukan
secara elektrolisis, yang disebuttin plating. Timah tergolong logam yang tahan
karat. Akan tetapi, lapisan timah hanya melindungi besi selama lapisan itu utuh
(tanpa cacat). Apabila lapisan timah ada yang rusak, misalnya tergores, maka
timah justru mendorong/mempercepat korosi besi. Hal itu terjadi karena
potensial reduksi besi lebih negatif daripada timah. Oleh karena itu, besi yang
dilapisi dengan timah akan membentuk suatu sel elektrokimia dengan besi sebagai
anode. Dengan demikian, timah mendorong korosi besi. Akan tetapi hal ini justru
yang diharapkan, sehingga kaleng-kaleng bekas cepat hancur.
IV.I.8.
Galvanisasi (pelapisan dengan Zink).
Pipa besi, tiang
telepon dan berbagai barang lain dilapisi dengan zink. Berbeda dengan timah,
zink dapat melindungi besi dari korosi sekalipun lapisannya tidak utuh. Hal ini
terjadi karena suatu mekanisme yang disebut perlindungan katode. Oleh karena
potensial reduksi besi lebih positif daripada zink, maka besi yang kontak
dengan zink akan membentuk sel elektrokimia dengan besi sebagai katode. Dengan
demikian besi terlindungi dan zink yang mengalami oksidasi (berkarat). Badan
mobil-mobil baru pada umumnya telah digalvanisasi, sehingga tahan karat.
IV.I.9. Cromium
Plating (pelapisan dengan kromium).
Besi atau baja
juga dapat dilapisi dengan kromium untuk memberi lapisan pelindung yang
mengkilap, misalnya untuk bumper mobil. Cromium plating juga dilakukan dengan
elektrolisis. Sama seperti zink, kromium dapat memberi perlindungan sekalipun
lapisan kromium itu ada yang rusak.
IV.I.10.
Sacrificial Protection (pengorbanan anode).
Magnesium adalah
logam yang jauh lebih aktif (berarti lebih mudah berkarat) daripada besi. Jika
logam magnesium dikontakkan dengan besi, maka magnesium itu akan berkarat
tetapi besi tidak. Cara ini digunakan untuk melindungi pipa baja yang ditanam
dalam tanah atau badan kapal laut. Secara periodik, batang magnesium harus
diganti.
DAFTAR PUSTAKA :
http://ratihkumalachachae.blogspot.com/2011/12/mengenal-korosi-dan-akibatnya-serta.html
